Apple Mengalami Penurunan Penjualan iPhone 10%, Dianggap Lambat dalam Mengadopsi Teknologi AI

Menurut laporan terbaru dari Apple, penjualan iPhone turun 10% secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini, sebagaimana dipaparkan oleh raksasa teknologi tersebut. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya permintaan di pasar Cina sebesar 8%.

CEO Apple, Tim Cook, mengakui bahwa perusahaan terlambat dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam sebuah pernyataan pada bulan Februari, Cook menyampaikan kekhawatiran atas ketertinggalan Apple dari Google dan Microsoft dalam hal ini. Namun, Apple berjanji akan lebih aktif dalam mengumumkan inisiatif berbasis AI generatif seperti OpenAI tahun ini.

Kabar terbaru mengindikasikan bahwa Apple akan mengintegrasikan ChatGPT OpenAI dan Gemini Google ke iPhone. Analis pasar menduga bahwa pengumuman adopsi AI akan disampaikan dalam acara Apple Worldwide Developers Conference pada bulan Juni, termasuk dalam konteks iPhone 16.

“Kami menantikan pengumuman produk menarik minggu depan, dan WWDC yang luar biasa pada Juni,” kata Tim Cook dalam pernyataannya, dikutip dari TechCrunch, Jumat (3/5).

Berikut rincian kinerja Apple pada Januari – Maret dibandingkan dengan perkiraan konsensus LSEG:

  • Pendapatan: US$ 90,75 miliar vs perkiraan US$ 90,01 miliar
  • Pendapatan dari iPhone: US$ 45,96 miliar vs perkiraan US$ 46 miliar
  • Pendapatan dari Mac: US$ 7,5 miliar vs perkiraan US$ 6,86 miliar
  • Pendapatan dari iPad: US$ 5,6 miliar vs perkiraan US$ 5,91 miliar
  • Pendapatan dari Produk Lainnya: US$ 7,9 miliar vs perkiraan US$ 8,08 miliar
  • Pendapatan dari layanan jasa: US$ 23,9 miliar vs perkiraan US$ 23,27 miliar
  • Margin kotor: 46,6% vs perkiraan 46,6%

Meskipun demikian, harga saham Apple naik 7% setelah perusahaan mengumumkan program pembelian kembali saham yang diperluas.

Apple mengumumkan bahwa dewan direksinya telah menyetujui program pembelian kembali saham senilai US$ 110 miliar, meningkat 22% dibandingkan dengan otorisasi tahun lalu sebesar US$ 90 miliar. Data dari Birinyi Associates menunjukkan bahwa pembelian kembali saham tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah Apple.